Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika seseorang keluar dari rumahnya
lalu membaca (zikir): Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi, walaa haula wala quwwata
illa billah (Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada-Nya, dan tidak ada
daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya), maka malaikat akan berkata
kepadanya: “(sungguh) kamu telah diberi petunjuk (oleh Allah Ta’ala),
dicukupkan (dalam segala keperluanmu) dan dijaga (dari semua keburukan)”,
sehingga setan-setanpun tidak bisa mendekatinya, dan setan yang lain berkata
kepada temannya: Bagaimana (mungkin) kamu bisa (mencelakakan) seorang yang
telah diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga (oleh Allah Ta’ala)?”[1].
Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan orang
yang mengucapkan zikir ini ketika keluar rumah, dan bahwa ini merupakan sebab
dia diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga oleh Allah Ta’ala[2].
Beberapa faidah
penting yang dapat kita ambil dari hadits ini:
– Keutamaan yang disebutkan dalam
hadits ini akan diberikan kepada orang yang mengucapkan zikir ini dengan
benar-benar merealisasikan konsekwensinya, yaitu berserah diri dan bersandar
sepenuhnya kepada Allah Ta’ala[3].
– Syaitan tidak memiliki kemampuan
untuk mencelakakan orang-orang yang benar-benar beriman dan bersandar
sepenuhnya kepada Allah Ta’ala[4], sebagaimana firman-Nya:
“Sesungguhnya syaitan itu tidak
memiliki kekuasaan (untuk mencelakakan) orang-orang yang beriman dan bertawakkal
(berserah diri) kepada Rabbnya. Sesungguhnya kekuasaan syaitan hanyalah atas
orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang
mempersekutukannya dengan Allah” (QS an-Nahl: 99-100).
– Bertawakal (berserah diri dan
bersandar sepenuhnya) kepada Allah Ta’ala merupakan sebab utama untuk
mendapatkan petunjuk dan perlindungan Allah dalam semua urusan manusia. Allah
Ta’ala berfirman,
“Dan barangsiapa yang bertawakkal
kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (segala keperluan)nya. Sesungguhnya
Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya” (QS ath-Thalaaq: 3).
Artinya: Barangsiapa yang berserah diri dan bersandar
sepenuhnya kepada Allah Ta’ala dalam semua urusan agama dan dunianya, yaitu
dengan bersandar kepada-Nya dalam mengusahakan kebaikan bagi dirinya dan
menolak keburukan dari dirinya, serta yakin dengan kemudahan yang akan
diberikan-Nya, maka Allah Ta’ala akan memudahkan semua urusannya tersebut[5].
Sumber: muslim

0 komentar :
Posting Komentar