Pesona wisata. Ibukota Provinsi Jambi ini mempunyai ciri yang adalahperpaduan antara kota canggih dan tradisional. Jambi mempunyai segala kemudahan yang dibutuhkan sebuah kota canggih namun masih tetap mempunyai segi-segi tradisional yang masih bertahan sampai kini. Penduduk pribumi Jambi tetap menjaga gaya hidup tradisional dan beberapa dari mereka tetap tinggal di atas rumah-rumah rakit yang terapung di ambang sungai Batang Hari atau di rumah-rumah panggung tidak jauh dari pusat keramaian kota.
Dari segi beda Jambi ialah sebuah kota bisnis yang lumayan modern dengan warga 350.000 jiwa, mayoritas dihuni oleh kaum pendatang yang berasal dari sekian banyak etnis laksana Minangkabau, Melayu, Banjar, Bugis, Jawa dan pun Arab dan Cina. Masyarakat pendatang berikut yang memutar roda perekonomian Jambi dan menyerahkan sentuhan modern untuk kota ini.
Pesona wisata Museum Negri Jambi adalahsalah satu obyek wisata yang bisa dikunjungi di kota Jambi. Museum yang terletak di Telanaipura, tepatnya di sudut jalan antara Jl Urip Sumoharjo dan Jl Prof Dr Sri Sudewi ini, mempunyai koleksi pakaian adat, dagangan hasil kerajinan tangan dan sebanyak benda- benda peninggalan sejarah dari Provinsi Jambi.
Obyek lainnya ialah Taman Alam Citra Indah yang semenjak tiga tahun kemudian ramai dikunjungi warga kota Jambi ialah Taman Keluarga Citra Indah (ACI). Letaknya di Desa Koto Karang, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Batanghari, selama 10 Km sebelah unsur timur pusat kota Jambi. Obyek wisata ini bisa ditempuh dalam masa-masa 20 menit dari pusat kota melalui jalan aspal yang lumayan mulus.
Taman rekreasi seluas 15 hektar ini memiliki kemudahan antara beda kereta api mengelilingi taman, empang pancing, sepeda air, panggung hiburan, dan komedi putar dan arena pacu gokart. Di taman yang bersih dan nyaman ini terdapat ragam pohon buah laksana durian, mangga, belimbing, rambutan dan lain-lain.
Kegiatan lainnya yang dapat dilakukan daya tarik wisata ialah melakukan wisata sungai di tepian Sungai Batang Hari yang lebarnya selama 300 meter dan tidak sedikit ada tenda penjaja makanan terutama pada malam hari. Bagi beberapa orang, makan di ambang sungai terasa lebih nikmat sebab sambil santap dapat merasakan cahaya lampu dari perahu yang berlalu-lalang atau kerlap-kerlip cahaya dari rumah- rumah warga yang sedang di seberang sungai.
Pada pagi hari kegiatan di tepian Sungai Batang Hari jauh lebih unik terlebih lagi di Pasar Angso Duo yang tempatnya persis di ambang sungai, tetapi akan lebih menarik andai Anda dapat merasakan warna-warni kehidupan di Sungai Batang Hari dengan menumpang perahu menyusuri sungai. Pesona wisata.

0 komentar :
Posting Komentar